Selasa, 02 April 2013

Sinopsis Brama Kumbara


Ceritanya berpusat pada Brama Kumbara, seorang pewaris tahta kerajaan Madangkara yang pada awal kisah diceritakan tengah dijajah oleh kerajaan Kuntala. Setelah kemudian Brama berhasil menumbangkan kekuasaan Kuntala dan memulihkan kedaulatan Madangkara, kisah berlanjut dengan permusuhan antara Brama dengan Gardika yang ingin mengembalikan kekuasaan Kuntala.

Dalam sebuah pertarungan dengan Gardika, Brama yang terluka parah oleh ajian serat jiwa milik Gardika diselamatkan oleh seekor burung Rajawali raksasa. Burung rajawali ini kemudian menjadi sahabat Brama. Rajawali bahkan kemudian menunjukkan kepada Brama di mana tersimpan kitab asli ajian Serat Jiwa, yang ternyata adalah milik kakek Astagina, kakek dari Brama. Secara tidak sadar, ilmu yang selama ini dipelajari oleh Brama dari Kakek Astagina (ajian Tapak Saketi, ajian Gelang Gelang, dan ajian Bayu Bajra) adalah bagian dari ajian Serat Jiwa. Brama berhasil menguasai ajian Serat Jiwa hingga ke tingkat paling tinggi (Tingkat 10).

Permusuhan Brama dan Gardika akhirnya mencapai puncaknya ketika keduanya berduel mempertaruhkan antara hidup dan mati, berakhir dengan tewasnya Gardika di tangan Brama. Gardika yang sepanjang hidupnya banyak melakukan kejahatan digambarkan tubuhnya hancur menjadi tepung.

Dalam perjalanannya, Gardika detemani oleh seorang bernama Kendala. Pada dasarnya Kendala adalah orang baik. Setelah Gardika tewas di tangan Brama, Kendala mendapat pengampunan dari Brama dan kemudian mengabdi kepada Madangkara.

Kisah kemudian dilanjutkan dengan perseteruan antara Brama dengan Panembahan Gunung Saba, pada bagian ini dikisahkan bahwa Ajian Serat jiwa yang sebelumnya dianggap sebagai ilmu tertinggi menemukan tandingannya yaitu ajian Waringin Sungsang. Brama yang hampir tewas setelah bertarung hidup mati dengan dua murid Panembahan Gunung Saba (Kijara dan Lugina) malah secara tidak sengaja mendapatkan ajian Lampah Lumpuh yang digambarkan tidak dapat dikalahkan. Dalam perjalan cerita dikisahkan pula ada ajian Cipta Dewa yang merupakan olahan dari intisari dari ajian serat jiwa yang dikuasai oleh Lasmini,ilmu ini diperkirakan lebih hebat dari ajian lampah lumpuh milik Brama ,namun tidak pernah terbukti mengalahkan Brama secara langsung.Sampai akhir cerita ajian lampah lumpuh tidak terkalahkan, hanya 1 kali bertanding imbang dengan ilmu Ikatan Roh milik biksu Tibet.


Para Pemeran Utama:
Ahmad Affandy sebagai Brama Kumbara
Tiffany Jane sebagai Sekar Tanjung & Dewi Harnum
Dewi Oktaviani sebagai Paramita
Diyanah Ulfah sebagai Mantili
Joy Octaviano sebagai Patih Gotawa
Anindika Widya sebagai Utari
Choky Andriano sebagai Ardalepa
 Asri Handayani sbg Gayatri

Sigit Antonio sebagai Panglima Sanjaya


Sumber : http://id.wikipedia.org

3 komentar:

Ammar Baasir mengatakan...

anindika widya kn lahirny bkn 92. aku lihat biografi artis sm chattingan sm dia. dia blg 93. dia mlh memberi biodata lengkapny k sy. dia itu umurny skg bru 20 tahun. profil anindika widya:
Nama: Anindika Widya

Tempat Lahir: Madiun, Jawa Timur

Tanggal Lahir: 21 Oktober 1993

Umur: 20 tahun

Tinggi badan: 175 cm

Anak: pertama dari 4 bersaudara

Pendidikan terakhir: SMA Harapan Ibu Pondok Pinang Jakarta Selatan 2011

Ammar Baasir mengatakan...

klo dia mmg 92, kok manggil aq kk? aq kn 92.

Ammar Baasir mengatakan...

Biodata Anindika Widya

Nama: Anindika Widya

Kebangsaan: Indonesia

Tempat Tanggal lahir: Madiun, Jawa Timur

Profesi: Aktris Indonesia

Tanggal lahir: 21 oktober 1993

Umur: 20 (tahun)

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...