Rabu, 25 Mei 2011

Gaya Kupu-kupu (Butterfly Stroke)

Yow..Yow..Yow..!!!

I'm back again,  sekarang kita kan ngebahas gaya berenang yg terakhir Gaya Kupu-kupu (Butterfly Stroke). Konon (Cieeeeee...), gaya kupu-kupu nyang paling sulit nih diantara gaya nyang laen...  
Aku jg berenang pake gaya kupu-kupu cuman bisa 40m doank. (lho..kok jd curhat yak???)
hehehehe...  Ok dah, langsung aje nyok kita bahas tekniknya. Check this out...


Gaya kupu-kupu dilakukan dengan cara kedua belah lengan/tangan secara bersamaan (berbarengan) ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah samping luar lalu ditarik kebelakang sebelum diayunkan lagi ke depan. Sementara itu kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan lumba-lumba maka dari itu gaya kupu-kupu biasa disebut juga gaya dolfin (lumba-lumba).
Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala keluar dari air, dan menghirup nafas melewati mulut ketika kepala berada di luar permukaan air. Gaya kupu-kupu juga membutuhkan kekuatan yang lebih besar dari perenang dibandingin ama 3 gaya yang laennya. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan.

Langkah Pertama
  1. Gerakkan (kayuhkan) kedua tangan dalam waktu yang bersamaan. 
  2. Letakkan tangan ke air di depan bahu sejauh mungkin dan tekan kebawah lalu tarik ke arah kaki (paha).
  3. Posisi kepala masuk kedalam air ketika tangan menyentuh air dan menekannya kebawah.
Langkah ke Dua
  1. Ketika tangan menyentuh air dan menekannya kebawah, angkat sedikit pinggul ke permukaan air.
  2. Sa'at tangan menarik / mendorong ke arah paha, tekuk kaki sedemikian rupa sehingga posisi kaki (punggung kaki) berada di atas lalu tendangkan (kibaskan) ke dalam air.

Langkah ke Tiga
  1. Saat tangan sampai ke paha, angkat kepala ke atas permukaan air (Saat inilah yg digunakan untuk mengambil nafas).
  2. Posisi kaki lurus berada didalam air.
  3. Lalu tarik tangan keatas dan kembali ke langkah pertama yaitu kayuhkan  tangan  sejauh mungkin di depan bahu, dst.
Bagian yang sulit adalah membuat s'mua gerakan berada dalam urutan yang benar, seperti :
  1. Menggerakkan kepala ke bawah saat lengan mengayuh ke air dan menggerakkan kaki ke atas.
  2. Menendangkan/mengibaskan kaki ke bawah saat tangan/lengan menarik ke arah paha.
  3. Menggerakkan kepala ke atas ketika tangan/lengan berada di dekat paha.
  4. Posisi kaki di bawah saat tangan keluar dari air.
Tips :
Tendangkan kaki sedikit didalam air agar mendapat moment (dorongan) untuk mengangkat pinggul ketika hendak mengambil nafas.
Cara termudah untuk bernafas adalah mendorong dagu ke depan sehingga mulut keluar dari air.
Perbandingan gerakan dan mengambil nafas biasanya 2:1, usahakan memperbesar perbandingan itu. contoh 4:1, jadi 4 kali gerakan 1 kali mengambil nafas. Atau k'lo bisa 20:1 jg boleh (kalau kuat sih) jd kyk lumba-lumba beneran... hehehe.

Ampe disini postingan renang aye s'moga bisa bermanfaat. Aye sadar postingan ni tak sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Sang Khaliq dan kesalahan milik aye sebagai manusia.






source : http://umarhadiwahyu.blogspot.com/2010/12/gaya-kupu-kupu.html

Gaya Punggung ( Back Crawl Stroke )

hmmmmm..... Gaya Punggung ( Back Crawl Stroke ) merupakan gaya yang paling berbeda dengan gaya-gaya yang lainnya karena kita  berenang dengan posisi wajah menghadap ke atas, sehingga kita tidak bisa melihat ke depan. Menurut saya cara yang paling tepat ketika melakukan gaya punggung adalah dengan menghitung berapa banyak gerakan (kayuhan) yang kita lakukan, sehingga kita bisa tahu atau setidaknya bisa mengira-ngiralah sudah seberapa jauh kita berenang dan seberapa dekat kita sampai ke ujung kolam.
Untuk mencobanya, cobalah berenang dengan posisi tubuh hampir seperti saat kita berbaring telentang di tempat tidur dengan kepala di atas bantal. 

Langkah Pertama
Yang perlu diperhatikan adalah menjaga tubuh agar dapat berenang dalam garis lurus (jadi g'menceng). Cukup sulit memang, untuk itu salah satu caranya adalah dengan menendangkan (menggerakkan) kaki naik turun dengan cepat dan panjang. Jaga lutut dan *membungkuk di bawah air sedikit, dan jari kaki membuat percikan (splash) kecil saat menendang.
Nb. * : membungkuk disini berarti posisi badan sedikit condong ke atas permuka'an karena gaya punggung berenang menghadap permukaan air.


Langkah ke Dua 
Dalam melakukan gerakan mengayuh, lengan membuat gerakan melingkar ketika bergerak masuk dan keluar dari air.
Gerakan dimulai dengan meletakkan satu lengan ke air dalam garis lurus di atas bahu. 

Setelah tangan berada dalam air lalu *tekan ke bawah.
Nb. * : Tekan ke bawah maksudnya bukan ke bawah punggung kita, melainkan ke arah kaki atau paha.

Tekuk siku sedikit dan tarik tangan ke sisi kita lalu ke paha.
Terus dorong tangan kearah kaki hingga siku kita lurus.
Kemudian angkat keluar dari air, jaga lengan agar tetap lurus ketika keluar dari air.

Catatan :
Lengan kiri dan kanan melakukan gerakan (kayuhan) yang sama, tapi tidak pada waktu yang sama (bergantian).

Kembali ke posisi semula lalu ulangi semua gerakan mulai dari awal lagi.





Pengambilan Nafas :
Dengan gaya punggung, tidak akan ada masalah / kesulitan dalam pengambilan nafas karena posisi wajah kita berada di atas air.

Tips :
  1. Posisi kaki jangan terlalu di permukaan air, melainkan agak masuk ke dalam air (hal ini selain akan membantu kecepatan juga memudahkan kepala tetap berada di atas) 
  2. Kaki terus bergerak, usahakan jangan berhenti (hal ini agar arah renang kita tidak melenceng / berbelok).
  3. Telapak kaki agak diluruskan sedemikian rupa sehingga menjadi lurus / sejajar dengan tulang kaki.
  4. Posisi kedua kaki berdekatan satu dengan yang lainnya.
  5. Dagu agak didekatkan ke dada, hal ini akan membantu meningkatkan kecepatan ketika berenang. 
  6. Gerakan tangan ketika masuk ke dalam air, maka sisi telapak tangan yang masuk ke dalam air terlebih dulu bukan punggung tangan. (katanya sih untuk memperkecil tahanan dari air).
Ok, sampe disini postingan Gaya Punggung. K'lo ade saleh2 instruksi ma'afin ye.... 
Namanye jg "Berbagi Ketidaktahuan".....
k'lo ada yg ngeganjel di coment aje ye...  (sok betawi bgt...) hehe

   Bye - bye......


source : http://umarhadiwahyu.blogspot.com/2010/12/gaya-punggung.html

Gaya dada atau gaya katak

     Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Lalu Kedua belah tangan dibuka ke samping. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.

Langkah Pertama
Yang paling penting dalam gaya dada adalah kemampuan untuk menjaga posisi tubuh di permukaan, bahu harus sejajar dan pinggul juga harus datar ketika di dalam air.
Gerakkan (tendangkan) kaki secara berbarengan ke arah samping lalu berlanjut ke belakang.
Gerakan inilah yang biasanya paling bermasalah dari gaya dada yaitu ketika menggerakkan kaki bersama-sama seperti kodok. Dalam gaya dada cukup sulit untuk mensinkronkan kedua kaki untuk melakukan hal yang sama pada waktu yang sama pula. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu mensinkronkan kaki ketika melakukan gaya dada :
  1.  Tekuk lutut dan angkat kaki lalu turunkan hingga bawah.
  2.  Putar kaki keluar (ke samping lalu kebelakang) hingga dapat mendorong kedepan dengan bagian bawah kaki (telapak kaki).
  3.  Gerakkan kaki keluar (ke samping lalu kebelakang) lagi, hingga kaki saling bertemu.
  4.  Luruskan kaki hingga lutut saling bersentuhan.
  5.  Kita dapat mencobanya dengan duduk di samping kolam renang dengan posisi kaki menggantung di dalam air. Atau, kita juga dapat melakukannya di  dalam air sambil berpegangan pada rel di dinding kolam dengan posisi kaki membentang ke belakang.
Langkah Kedua
Mulailah dengan meregangkan lengan ke depan, tepat di bawah permukaan air. Lalu tekan kedua tangan keluar (ke samping lalu ke bawah), pastikan tangan tetap berada di depan bahu. Selesaikan dengan meregangkan lengan ke depan lagi.
Lakukan bentangan panjang diantara setiap gerakan tangan (kayuhan) dan pastikan kita selalu bisa melihat tangan kita. Ini akan membantu kita untuk dapat mengontrol gerakan lengan kita dengan benar.
Ingat lengan dan kaki harus berada di dalam air sepanjang waktu, tanpa percikan (splash) sama sekali.

Langkah Ketiga
Dalam gaya dada (katak) posisi mengambil nafas yaitu ketika kedua tangan menekan ke bawah, lalu angkat wajah keluar dari air. Sa'at itulah kita mengambil nafas dalam-dalam, sebelum melakukan kayuhan lagi. 
Setelah mengambil nafas, masukkan wajah  kembali ke air saat meregangkan lengan ke depan untuk memulai kayuhan lagi. 




Langkah ke Empat
Langkah terakhir adalah melakukan gerakan bersama-sama (berbarengan), jadi :
  1. Gerakkan (tendangkan) kaki secara berbarengan ke arah samping lalu berlanjut ke belakang hingga mendorong ke depan.
  2. Regangkan lengan ke depan, tepat di bawah permukaan air. Lalu tekan kedua tangan keluar (ke samping lalu ke bawah), pastikan tangan tetap berada di depan bahu.
  3. Ketika kedua tangan menekan ke bawah, angkat wajah keluar dari air lalu ambil nafas dalam-dalam, dan lakukan meregangkan lengan ke depan (kayuhan) lagi. 
  4. Ulangi dari awal, terus lakukan berulang-ulang.

Gimana, udah tau teorinya??? K'lo iya...langsung aja nyebur...... 
BANZAIIIII....!!!!!!     
     


source : http://umarhadiwahyu.blogspot.com/2010/12/gaya-dada.html

Gaya Bebas (Front Crawl)


Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air.
Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

Langkah Pertama : 
Berenang dengan semua tubuh mendekati permukaan air. Usahakan wajah menghadap ke permukaan air, posisi satu tangan lurus ke depan dan satu lagi lurus sejajar dengan tubuh di belakang. 
Kaki usahakan menendang ke atas dan kebawah sepanjang waktu.
(nendangnya pas berenang aja, jangan  pas udah duduk masih nendang2 kasian ntar temennya... )
   hehehehehehehe.

Langkah ke Dua :
Coba lakukan tendangan panjang secara cepat, Tekuk lutut sedikit dan kaki membuat kibasan kecil (yg bunyinya "Cebar-Cebur" gitu...)
 
dan pastikan semua kaki bergerak naik-turun. Coba ngitung sampai enam dengan cepat dan tendangin kaki barengan ma hitungan tadi.


Langkah ke Tiga :
Siapkan kekuatan pada lengan untuk melakukan kayuhan, tekuk sedikit lalu angkat ke atas  melewati permukaan air. Tempatkan tangan ke dalam air sejauh mungkin di depan kepala (seperti meraih sesuatu). yang perlu diperhatikan adalah posisi kayuhan tangan ketika masuk ke dalam air, usahakan  posisi seperti mengiris ke dalam air dengan ibu jari yang pertama menyentuh/masuk ke dalam air. Nb. Lebih sedikit "Splash" lebih baik.
Lakukan secara bergantian kiri dan kanan.


 Langkah ke Empat :
Tingkatkan kecepatan dengan menekuk  siku tangan dan mendorong / mengayuhnya ke arah kaki, usahakan agar tetap mendorong / mengayuh sampai mencapai bagian kaki.
Angkat lengan keluar dari air dan coba untuk mengontrolnya seperti gerakan awal.





Langkah ke Lima :
Bernapas secara teratur.
(Ya iyalaaaah....)
Ingat posisi wajah ada di dalam air sehingga kita harus ingat untuk mengubah  posisi kepala ketika ingin mengambil napas. Usahakan satu sisi aja pas ambil nafas. Misalnya ngambil nafas nya noleh ke kiri, maka seterusnya juga ke arah kiri.
Sebener'e g'tau juga sih kenapa, tp quW inget kata dosen quW ; "k'lo ngambil nafasnya noleh kiri - kanan, itu namanya gaya KALI (sungai)." g'mau kan dibilang gaya kali, mang kita Kodok.....










source : http://umarhadiwahyu.blogspot.com/2010/11/gaya-bebas.html

Minggu, 22 Mei 2011

bagaimana cara melihat tanda tanda orang akan meninggal

“TANDA 100 HARI SEBELUM MENINGGAL”
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Ashar. Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.
Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

“TANDA 40 HARI SEBELUM MENINGGALi”
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Ashar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

“TANDA 7 HARI SEBALUM MENINGGAL”
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

“TANDA 3 HARI SEBALUM MENINGGAL”
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita Yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

“TANDA 1 HARI SEBELUM MENINGGAL”
Akan berlaku sesudah waktu Ashar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

“TANDA AKHIR”
Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
catatan : hanya sekedar info tanpa mendahului ALLAH YME

source : http://oxana.blogdetik.com/2010/02/15/bagaimana-cara-melihat-tanda-tanda-orang-akan-meninggal/

Barisan & Deret Geometri

Pada materi sebelumnya tentang Barisan dan deret Aritmatik, telah kita bahas pengertian dan contoh penggunaan barisan dan deret aritmatik.
Pada pokok bahasan ini kita akan membahas tentang Barisan dan deret geometri. ilustrasi sebuah barisan dan deret geomertri adalah sebagai berikut:
Niko mempunyai selembar kertas.
1 bagian kertas
1
Ia melipat kertas ini menjadi 2 bagian yang sama besar.
Kertas terbagi menjadi 2 bagian yang sama besar
2
Kertas yang sedang terlipat ini, kemudian dilipat dua kembali olehnya.
Kertas terbag menjadi 4 bagian yang sama besar
3

Sekarang, perhatikan bagian kertas tersebut yang membentuk sebuah barisan bilangan.
4
Setiap dua suku berurutan dari barisan bilangan tersebut memiliki perbandingan yang sama, yaitu:
5
Tampak bahwa, perbandingan setiap dua suku berurutan pada barisan tersebut selalu tetap. Barisan bilangan seperti ini disebut barisan geometri dengan perbandingan setiap dua suku berurutannya dinamakan rasio (r).
Barisan geometri adalah suatu barisan dengan pembanding (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Bentuk umum:
7
8
Jika memulai barisan geometri dengan suku pertama a dan rasio r maka kalian mendapatkan barisan berikut.




9

 Contoh Soal Barisan Geometri 

10
Deret Geometri
Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri Bentuk umum:
11
Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah:
12
Contoh Soal:
13
Deret Geometri
Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri Bentuk umum:
11
Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah:
12
Contoh Soal:
13
Deret Geometri
Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri Bentuk umum:
11
Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah:
12
Contoh Soal:
13
Deret Geometri Tak Terhingga
Deret geometri tak hingga adalah deret geometri dengan |r| < 1. Jumlah S dari dert geometri tak hingga adalah:
14
Rumus pada deret geometri berlaku juga untuk n tak terhingga. Adapun untuk n tak terhingga terdapat dua kasus yang harus kalian perhatikan, yaitu:
Kasus 1
Jika -1 < r < 1, maka rn menuju 0. Akibatnya,
15
Deret geometri dengan -1 < r < 1 ini disebut deret geometri konvergen (memusat).
Kasus 2
16

Deret geometri dengan r < -1 atau r > 1 ini disebut deret geometri divergen (memencar).
Contoh Soal:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...