Jumat, 12 Agustus 2011

Gadis Peminta-minta

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil.
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka.
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu.
tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil.
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok.
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan.
Gembira dari kemayang riang.
Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral.
melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal.
Jiwa begitu murni, terlalu murni.
Untuk bisa membagi dukaku.
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil.
Buah di atas itu, tak ada yang punya.
dan kotaku, ah kotaku.
Hidupnya tak lagi punya tanda.

                                     (Toto sudarto Bachtiar)

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...