Selasa, 12 Juli 2011

Dong Yi episode 53

Jang Hee Bin mendesak, darimana kau tahu masalah ini? Jawab aku, bagaimana kau tahu?

Dong Yi berkata kalau PM Yun mengunjungi Bo Gyeong Dang. Hee Bin terperanjat. Dong Yi berkata kalau PM Yun mengunjunginya dan mengatakan semuanya, kalau ia tidak pantas memegang jabatan Putera Mahkota dan PM Yun tidak akan membuat masalahnya mencelakai P. Yeoning, Dong Yi tanya, apa maksud PM Yun mengatakan itu pada saya?

Jang Hee Bin tidak percaya kalau PM Yun akan mengatakan semuanya pada Sukjong.

Daejeon...
Sukjong tanya apa maksud PM Yun, kalau kau sudah menyembunyikan penyakitmu?

Hee Bin dan rombongan-nya bergegas ke Daejeon, ia berkata sendiri, PM Yun tidak boleh mengatakan-nya pada Sukjong, tidak boleh.

Dong Yi juga bingung, bagaimana ini kalau PM Yun berniat mengatakan segalanya pada Sukjong.

PM Yun keluar dari Daejeon dan bertemu rombongan ibunya. Hee Bin memanggil Yun. Sementara Sukjong duduk di Daejeon dan terlihat linglung.

Jang Hee Bin tanya apa PM Yun mengatakan pada Baginda mengenai penyakit PM Yun? Yun diam saja, jadi benar.
PM Yun : Ibu sejak awal, kebenaran ini seharusnya diungkapkan, bagaimana Ibu bisa memilih untuk merahasiakan masalah ini, pada saya dan juga Ah Ba Mama.

Jang Hee Bin pucat pasi mendengarnya. Jadi kau benar sudah mengatakan penyakitmu pada Baginda? Jang Hee Bin stress, bagaimana PM Yun bisa melakukan ini, setelah apa yang ia lakukan untuk PM Yun. Ia ingin melindungi PM Yun, tapi bagaimana bisa kau mengatakan itu pada Baginda.

Hee Bin berkata ia sudah mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk merahasiakan penyakit dan menjaga PM Yun.

PM Yun marah pada ibunya, Ibu jangan lagi menggunakan alasan kalau apa yang ibu lakukan adalah untuk kebaikan-nya, jika Ibu berharap yang terbaik maka Ibu tidak seharusnya melakukan yang Ibu lakukan.

PM Yun berkata kalau dia adalah Pangeran Penerus negeri ini, aku tidak pernah sekalipun berpikir kalau aku tidak akan menjadi Penguasa negeri ini, kalau aku akan seperti Ah Ba Mama yang menjaga anak buahnya dan aku akan membangun negeri ini menjadi kuat dan akan dicatat dalam buku sejarah sebagai Raja yang hebat, aku ingin menjadi Raja yang bijaksana tapi Ibu sudah membuatku menjadi pendosa terhadap Keluarga Raja dan dinasti menjadi boneka yang tidak berguna dan mengerikan!

PM Yun langsung pergi meninggalkan Ibunya. Jang Hee Bin memanggil putranya dan ia ingin mengejar Yun hanya Hee Bin pusing dan akan pingsan. Jo Sang Gung memapahnya, ia mencemaskan kesehatan Hee Bin. Jang Hee Bin berkata sudah selesai..semuanya berakhir, semua akhirnya akan berakhir.

Sukjong berdiri termangu di dekat meja belajarnya, lalu jatuh terduduk di kursinya. Kasim Han juga mencemaskan Baginda. Sukjong teringat PM Yun mengaku kalau ia menderita impotensi.

Sukjong : Apa maksudmu kau menderita impotensi, bagaimana ini bisa terjadi padamu dan mengapa begitu tiba-tiba?

PM Yun : Tidak..ini tidak terjadi tiba-tiba Ah Ba Mama, saya menderita penyakit ini sudah beberapa bulan lalu, dan untuk mengobati penyakit ini saya sudah minum tonik obat beberapa lama.

Sukjong terperanjat : Apa katamu?
PM Yun : Saya tidak mampu mendapatkan keturunan dan melanjutkan generasi Ah Ba Mama..ini karena saya menderita penyakit ini, juga tanpa diketahui publik, obatnya datang dari luar istana Ah Ba Mama. Ibu mengambil obatnya dari luar istana karena dia takut akan penyakit saya. Jadi saya mohon ampunilah tindakan ibu dan Ibu tidak bermaksud untuk menyembunyikan masalah ini selamanya hanya untuk sementara.

Sukjong tidak tahu apa yang harus ia katakan, setelah PM Yun meninggalkan Daejeon, ia bergumam, bagaimana bisa..bagaimana Putera Mahkota bisa menderita impotensi, bagaimana ini bisa terjadi...

Cha Cheon Soo bertemu Shim Yun Taek di Bo Gyeong Dang dan memastikan apa Sukjong sudah tahu mengenai penyakit PM Yun. Shim Yun Taek membenarkan dan minta Cha Cheon Soo masuk ke dalam, Seo Yong Gi sudah menunggunya. Di dalam Dong Yi berkata kalau PM Yun sudah membuat rencana untuk mengungkapkan penyakitnya dan ia berkata ia terlalu naif dan tidak menyadari tanda2 nya, seharusnya ia menghentikan PM Yun.

Seo Yong Gi berkata ini bukan salah Dong Yi sama sekali, dan minta Dong Yi tenang, pada akhirnya semua masalah akan mengarah pada pembuatnya, yaitu Chwi Seon Dang sendiri. Cha Cheon Soo dan Shim Yun Taek bergabung dengan mereka dan juga mulai cemas dengan situasinya.

Sukjong sekarang murka karena Jang Hee Bin menyembunyikan penyakit PM Yun. Ia keluar dari Daejeon.

Di Chwi Seon Dang, Jang Hee Jae menasihati Hee Bin untuk bertahan, betapapun sulitnya, Hee Bin harus teguh. Betapa sulitnya Hee Bin mencapai posisi sekarang ini. Jang Hee Bin terlihat berserah dan berkata pada kakaknya dia tidak punya alasan lagi untuk tetap bertahan karena PM Yun juga sudah pasrah dengan nasibnya, jadi apa lagi yang harus ia pertahankan.

Jang Hee Jae berkata tidak seperti itu, semua tahu bagaimana Sukjong menyayangi PM Yun, bagaimanapun juga, Sukjong tidak akan membuang PM Yun.

Jang Hee Bin berkata tidak, sebelum sebagai Ayah, sukjong adalah Penguasa, dia akan bertindak dan memutuskan dengan pandangan sebagai Penguasa terlebih dulu. Jo Sang Gung tergopoh-gopoh masuk dan berkata kalau Baginda tiba di Chwi Seon Dang. Hee Bin kaget dan dia belum sempat berdiri dengan benar ketika Sukjong sudah bergegas masuk. Membuat Jang Hee Jae dan Jo Sang Gung terperanjat dan langsung berdiri menepi.

Jang Hee Bin : Cheon Na?
Sukjong terlihat marah. Jang Hee Jae keluar dari kediaman Hee Bin dan terlihat cemas, ia menunggu di luar. Jang Hee Jae terlihat bingung, bagaimana menyelesaikan ini.

Sukjong langsung tanya, kapan penyakin ini mulai ..kapan PM Yun menjadi demikian parah, kapan ini semua mulai?
Jang Hee Bin menghela nafas, setahun yang lalu ...itu mulai saat PM Yun menderita sakit panas tinggi.

Sukjong tidak percaya, setahun yang lalu dan selama waktu itu kau memilih untuk menutupi-nya, menutupi masalah sepenting ini dari ayahnya, Raja. Hee Bin, apa kau tahu apa yang kau lakukan sekarang?

Jang Hee Bin : Itu bisa disembuhkan, Yang Mulia, saya benar2 bisa menyembuhkan dan merawat penyakit PM Yun.
Sukjong : Hee Bin!

Jang Hee Bin : Yang mulia..saya mohon, mohon...berikan pada saya beberapa waktu lagi. Saya sudah menggunakan resep tonik obat dari China, jika kita terus melanjutkan pengobatan ini, PM Yun akan bisa disembuhkan. Saya mohon, tolong berikan pada saya juga PM Yun kesempatan, Yang Mulia?

Sukjong : Cukup! sudah cukup Hee Bin! Kau berkata kau menggunakan resep obat dari China, kau sudah mengambil obat dari luar istana jadi kau sudah menolak semua bantuan dari tabib terbaik di RS Istana dan juga meminta tabib Nam. PM Yun adalah Pangeran Penerus negeri ini, bagaimana kau bisa menggunakan caramu sendiri dan bahkan berinisiatif untuk merahasiakan penyakit PM Yun.
Kau bahkan tidak tahu kalau apa yang kau lakukan sudah memperparah kondisi PM Yun, apa kau pernah mempertimbangkan akibat tindakanmu? Dan itu yang kau lakukan sekarang, mungkin membuat penyakitnya semakin parah.

Hee Bin : PM Yun akan sembuh dari penyakitnya, Yang Mulia...saya mohon berikan waktu dan kesempatan pada saya.

Sukjong : Apa katamu? aku harus memberimu kesempatan? setelah apa yang kau lakukan? Apa yang ingin kau lakukan, apa niatmu? apa kau ingin menipuku terus dan membiarkanmu menodai Keluarga istana dan Dinasti. Kau masih menginginkan kesempatan, jika aku memberimu kesempatan, apa kau akan mulai merancang untuk mencelakai P. Yeoning, yang ingin kau usir keluar dari istana, yang kau pikir adalah ancaman untuk PM Yun?

Jang Hee Bin : Yang Mulia?

Sukjong : Jangan kau pikir aku tidak tahu masalah itu? siapa kepala dibelakang partai Soron di dewan istana yang terus mendesak untuk menghukum P. Yeoning..apa kau senaif itu dan berpikir aku tidak tahu siapa orangnya? Pada akhirnya akan sampai pada alasan ini, karena penyakit PM Yun kau mampu mengusir keluar P. Yeoning yang tidak bersalah.

Sukjong kesal dan langsung keluar dari Chwi seon Dang. Hee Bin terkejut dan langsung mengejar Sukjong, Cheon Na! Cheon Na!!

Jang Hee Bin lari dan berusaha menahan Sukjong, lalu berlutut di depan Sukjong dan memegang lengan jubahnya, Cheon Na!! Saya mohon, dengarkan permohonan saya. Saya tidak takut apa yang akan terjadi pada saya..saya bisa menanggung hukuman apapun, tapi Cheon Na, untuk PM Yun, anda tidak boleh, saya mohon kemurahan anda untuk PM Yun..saya mohon jagalah posisi PM Yun sebagai Pangeran Penerus, Cheon Na..Cheon Na !!

Sukjong : Apa ini yang sungguh kau inginkan sampai kau melakukan semua ini? Jadi apapun yang terjadi di depan, camkan ini Hee Bin, kau akan menerima apapun konsekuensinya, karena semua sampai disini dari segala kesalahan-mu.

Sukjong melepaskan tangannya dari genggaman Hee Bin dan meninggalkan Hee Bin.

Jang Hee Bin tetap terduduk di tanah dan menangis meraung-raung. Jang Hee Jae dll mendekati Hee Bin dan mencoba menghiburnya, Yang Mulia. Hee Bin terus meratap memanggil Sukjong. Cheon Na...

Jang Mu Yeol mendapat laporan kalau partai Soron yang protes di Injeonjeon mulai mundur dan menarik diri. Jung In Guk melihat partai Soron seperti menggerutu, Jung In Guk masih belum mengerti apa yang terjadi.

Im Sang Hyeon heran dan tanya mengapa Jang Hee Jae ingin partai Soron menghentikan protesnya. Ia heran, apa alasannya. Jang Hee Jae hanya bisa berkata sekarang ini, inilah yang terbaik dan ia akan menjelaskan pada mereka nanti. Im Sang Hyeon berkeras ingin tahu dan Jang Hee Jae hanya berkata kali ini tidak tepat untuk mendesak Sukjong, dan hanya akan membuatnya semakin marah.

Im Sang Hyeon tanya apa terjadi sesuatu? Jang Hee Jae berkata tidak terjadi apa-apa, ia hanya merasa waktunya tidak tepat dan minta Im Sang Hyeon untuk sementara mengesampingkan masalah ini dulu dan menunggu perintah darinya lagi. Jang Hee Jae permisi pergi dan membuat Im Sang Hyeon juga Menteri Chua Sang bertanya-tanya.

Jang Mu Yeol mendatangi Im Sang Hyeon, dan tanya apa kalian ingin tahu? Kalau masalah itu, dia akan mengatakan-nya pada mereka.

P. Yeoning berlari dan minta Ae Jung cepat2. Ae Jung teriak memanggil P. Yeoning. Kim Gu Seon mendekat dan heran mengapa Yeoning terburu-buru.

Ternyata P. Yeoning menemui kakaknya dan berkata kalau dewan istana sudah menghentikan protes mereka dan sekarang tidak ada yang memintanya untuk dihukum. PM Yun membenarkan itu dengan sedikit sedih.

P. Yeoning berkata ia tidak tahu apa alasannya tapi dewan istana membatalkan petisi mereka. Sepertinya dewan istana sudah memaafkan dirinya.

Putera Mahkota Yun berlutut dan memegang tangan adiknya dan berkata aku senang mendengar berita itu dan ini sungguh bagus. PM Yun terlihat resah dan P. Yeoning heran melihat kakaknya.

Sukjong merenung dan Kasim Han masuk, Suk Bin ada disini ingin menghadap Yang Mulia. Dong yi masuk menemui Sukjong. Dong Yi berkata dia juga sudah tahu mengenai penyakit PM Yun, meskipun ia tahu tapi ia berani untuk tidak melaporkannya, jadi Dong Yi minta Sukjong mengampuninya.

Sukjong : kau melakukan ini demi P Yeoning dan PM Yun, ini bukan salahmu, salahkan saja aku sebagai ayah dan Raja yang tidak kompeten. (karakter Sukjong ini menurun pada Yeongjo, yang menyalahkan dirinya untuk bencana alam di Joseon, ketika ia memerintah)

Sukjong mengaku ia tidak tahu apa yang harus dilakukan mengenai masalah ini, meskipun ia tahu kondisi PM Yun, tapi apa dia harus merahasiakan ini atau tidak, perasaanku ingin melindunginya dan menjaganya agar tidak terluka tapi akan datang satu hari kalau ini akan diketahui publik, bahkan jika PM Yun bisa naik takhta, pada akhirnya ia tidak bisa...

Dong Yi juga tidak tahu bagaimana menghibur Sukjong. Sukjong merasa sedih.

Jang Hee Bin merenung di kediaman-nya, dan ia ingat Sukjong menuduhnya, apa kau tahu kalau tindakanmu itu justru memperparah kondisi PM Yun? dan kata2 Sukjong siapa dibalik partai Soron yang ingin mengusir P. Yeoning? Jang Hee Bin mencengkeram roknya dan kelihatan murka.

Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang mendatangi kantor polisi dan berkata mereka datang bukan untuk merengek lagi tapi untuk membantu polisi. Oh Tae Pung berkata kalian perlu waktu sebulan dan belum menemukan pelakunya, aku sudah menangkap mereka untuk kalian.

Polisi kaget, apa benar? Oh Ho Yang berkata ia sudah memberi mereka pelajaran. Oh Tae Pung juga berkata ia sudah tahu siapa dalangnya. Oh Tae Pung berbisik pada polisi. Polisi itu terperanjat mendengarnya, pelakunya bukan lain Ny. Yoon? Oh Tae Pung membenarkan, tepat!

Kedua ayah anak itu pulang dengan gembira, sekarang mereka hanya menunggu Jang Hee Jae membayar semuanya. Keduanya sampai rumah dan mencari Ny. Park. Tapi Ny. Park tidak ada di rumah, Oh Ho Yang juga tidak tahu dimana ibunya.

Ny. Park mendatangi Ny. Yoon (ini mungkin pertemuan terakhir mereka)

Ny. Park teriak minta Ny. Yoon keluar dari rumahnya! Ny. Yoon membuka pintunya dan kesal apa yang diinginkan Ny. Park. Ny. Yoon berkata apa kau ingin mati, karena tidak sopan padaku.

Ny. Park berkata ini semua karena perbuatan Ny. Yoon yang hampir saja membunuh anaknya, apa Ny. Yoon berpikir kalau ia takut dengan-nya.

Ny. Yoon minta Ny. Park menghentikan omong kosongnya lalu membentak Ny. Park untuk meninggalkan rumahnya. Dan minta pelayan-nya menyeret keluar Ny. Park. Ny. Park berkata ia akan menyelesaikan urusan lamanya dengan Ny. Yoon sekali untuk selamanya.

Ny. Park berkata ia tidak akan melepaskan orang yang mencoba membunuh anaknya lepas begitu saja. Ny. Yoon masih pura2 tidak mengerti. Ny. Park berkata ia tidak omong kosong dan tanya apa sampai sekarang Ny. Yoon masih memilih untuk menyangkal masalah ini.

Ny. Park berkata apa tidak cukup berusaha membakar kediaman Yang Mulia Sukbin, lalu berusaha membuat anaknya sebagai pelakunya.

Ny. Yoon shock. Jadi benar Ny. Park sudah tahu. Ny. Park berkata tinggal menunggu waktu, mereka akan melihat keluarga ini hancur, mungkin saja Uigyeombu dan polisi sudah berangkat untuk menahan-mu. Ny. Yoon teriak, apa yang kau katakan! Ny. Park berkata kau sudah membuat anakku menderita dan sekarang kau akan membayar dengan darahmu semua kejahatan-mu.

Dong Yi memikirkan kata2 Sukjong mengenai PM Yun ketika P. Yeoning masuk dan tanya apa ibunya sudah mendengar kalau dewan istana tidak akan menghukum-nya lagi, apa itu karena perbuatan kakak, bukan PM Yun?

Dong Yi membenarkan. Yeoning berjanji mulai sekarang, ia tidak akan membuat masalah lagi untuk PM Yun dan membuat kegelisahan lagi, ini benar..saya bisa berjanji pada ibu mengenai masalah ini. Dong Yi menghela nafas dan berkata ia tahu itu.

Shim Yun Taek tiba-tiba datang dengan panik, ia lapor kondisi istana akan kacau. Dong Yi heran, apa lagi yang sudah terjadi?

PM Yun dan rombongan jalan dan dia bisa merasakan kalau semua mata memandangnya. Bahkan Hwang Ju Shik juga mendengar dari Yeong Dal masalah Putra Mahkota. Meskipun belum jelas penyakitnya tapi ada rumor kalau kediaman Putera Mahkota akan segera mengadakan pemakaman.

Hwang Ju Shik kesal dan memukul Yeong Dal. Tapi Yeong Dal berkata PM Yun tampak kurang sehat akhir2 ini dan Chwi Seon Dang yang berusaha mengusir P. Yeoning tiba2 diam saja. Hwang Ju shik jadi bingung, PM Yun kena penyakit apa.

Dong Yi tidak menyangka kalau istana akan kacau dengan gosip penyakit PM Yun. Dong Yi tanya bagaimana mereka tahu, ia tidak pernah membocorkan ini, lalu ia sadar..apa mungkin Jang Mu Yeol?

Petugas Min masuk dan berkata kalau Suk Bin ada disini. Jang Mu Yeol heran dan berdiri memberi hormat. Dong Yi masuk dan ia kelihatan marah. Yeong Gam, apa ini perbuatan anda? Mengenai penyakit PM Yun dan yang sekarang membuat kekacauan di istana, apa ini pekerjaanmu?

Jang Mu Yeol berkata kalau masalah PM Yun bukan masalah pribadi, tapi masalah yang melibatkan dinasti, Yang Mulia, tidak bisa menyembunyikan masalah ini dari keluarga istana.

Dong Yi : Kau berkata ini demi Dinasti, atau memang niatmu melakukan ini demi kepentingan politikmu sendiri, dan kau bisa dengan berani berdiri di sana dan menggunakan alasan demi kepentingan Dinasti dan keluarga istana. Aku tidak akan diam saja dan membiarkan ini.

Jang Mu Yeol : Yang Mulia.

Dong Yi : Kau sudah memintaku menggunakan perawat istana itu dan dia ada dlm tahananku sekarang, itu benar, baik, camkan ini, aku akan melakukan dengan caraku, Yeong Gam. Aku akan mengatakan pada Sukjong kalau kau berencana menggunakan perawat istana itu untuk mengancam PM Yun, apa kau mengerti..

Dong Yi keluar dari kantor Jang Mu Yeol. Dong yi berkata pada Shim Yun Taek, kita harus menekan gosip ini. Dong Yi memanggil Bong Sang Gung dan Jung Im menemuinya. Dong Yi minta yang harus dilakukan adalah membungkam mulut para gungnyeo.

Shim Yun Taek berkata, maafkan saya karena berani mengatakan-nya, Yang Mulia demi PM Yun sudah merahasiakan masalah ini dan membiarkan posisi anda sulit, bukankah jika anda tidak ikut campur, maka akan lebih menguntungkan anda.

Dong Yi : Aku anggota keluarga istana negeri ini. Aku tidak akan berpikir hanya untuk kepentingan P. Yeoning saja. Jika Pangeran penerus goyah maka keluarga istana dan dinasti akan hancur, bagiku, ini adalah tugas dan tanggung jawabku untuk menjaga mereka demi Keluarga istana dan Dinasti.

Im Sang Hyeon menemui Hee Bin dan ingin meminta penjelasan mengenai PM Yun. Kalau PM Yun sudah menderita penyakit yang akan membuatnya tidak bisa naik takhta, apa itu benar.

Jang Hee Bin berkata itu tidak benar. Im Sang Hyeon tanya apa Jang Hee Bin ingin menutupi langit hanya dengan tangan-nya? Masalah ini tidak bisa disembunyikan. Jang Hee Bin marah, apa yang disembunyikan? aku sudah mengatakan tidak terjadi apa-apa mengenai PM Yun. Im Sang Hyeon berkata ini menyangkut dinasti, jika benar, maka mereka yang mendukung Putera Mahkota Yun secara politik akan habis. Im Sang Hyeon memberi peringatan pada Hee Bin.

Jang Hee Jae lari panik ke Chwi Seon Dang dan masuk. Jang Hee Bin berkata pada Im Sang Hyeon kalau semua ini perbuatan Bo Gyeong Dang, apa kalian tidak menyadarinya. Jang Mu Yeol menghianatinya dan memilih mendukung Suk Bin, bagaimana kau bisa mempercayai kata-kata Jang Mu Yeol karena orang itu sudah memilih untuk menghianatiku. Hee Bin mencoba meyakinkan Im Sang Hyeon.

Jang Hee Jae masuk dan ia terperanjat melihat Im sang Hyeon. Im Sang Hyeon curiga, pasti sudah terjadi sesuatu sehingga dia panik.

Im Sang Hyeon keluar dan Jang Hee Bin berusaha menahan Im Sang Hyeon. Jang Hee Bin berkata kalau partai Soron mulai goyah, jika mereka menarik dukungan politik mereka maka tidak ada pilihan untuk memperbaiki situasi.

Jang Hee Jae berkata kalau yang penting sekarang bukan mengenai partai Soron, tapi ibu kita yang akan membuat masalah. Jang Hee Bin heran, mengapa dan ada apa ini? Jang Hee Jae tampak ragu.

Ny. Yoon pusing dan ia berencana melarikan diri keluar kota, ia sedang berkemas ketika pembawa barang berkata kita harus cepat, jika tidak polisi akan menyerbu dan menangkap mereka. Ny. Yoon stress, kemana aku akan pergi dan ia menangis.

Jang Hee Bin tertegun apa polisi akan menagkap Ibu karena dia adalah orang yang membakar kediaman Dong Yi. Jang Hee Jae berkata sepertinya polisi sudah mengetahui kalau Ibu adalah dalang pembakaran kediaman Dong Yi. Dan kasusnya sudah diserahkan pada Uigyeombu, mereka sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan Ny. Yoon.

Ny. Yoon berusaha bergegas ke pelabuhan. Pembawa barang berkata kalau kita sampai ke seberang, kita akan bisa bertemu orang yang akan membantu kita. Pelayan Ny. Yoon minta Ny. Yoon segera naik perahu. Ny. Yoon cemas, jika ia meninggalkan Doseong seperti ini, apa yang akan terjadi pada Jang Hee Bin.

Pembawa barangnya berkata jika Ny. Yoon tertangkap maka tidak akan bisa kembali lagi. Mereka bergegas naik kapal dan hampir berangkat ketika polisi sampai di pelabuhan, tahan!

Pasukan Uigyeombu menyerbu dan menghadapi orang2 Ny. Yoon. Ny. Yoon naik ke kapal dan memerintah mereka segera berangkat, anak buahnya melepas tali. Cha Cheon Soo muncul dan dengan mudah menahan anak buah Ny. Yoon. Ia melompat ke perahu dan mengarahkan pedangnya ke arah pria itu dan berkata kalau kau mau selamat, maka lepaskan tali itu.

Ny. Yoon teriak pada Cha Cheon Soo, minggir! apa kau tidak tahu siapa aku??
Cha Cheon Soo : Kau adalah penjahat yang ingin mencelakai Yang Mulia Sukbin dan Pangeran Yeoning!!

Ny. Yoon diseret keluar dari perahu. Ia teriak2 mencaci maki.

Sementara itu anggota biro penyelidik terperanjat ketika mendengar kalau dalang yang sudah membakar kediaman Dong Yi adalah Ny. Yoon. Jeong Sang Gung dan Jung Im langsung pergi menghadap Dong Yi.

Jang Hee Bin dan rombongan segera ke Uigyeombu, dan Cha Cheon Soo menyeret Ny. Yoon yang teriak2. Jang Hee Bin tanya pada Cha Cheon Soo, apa yang kau lakukan dengan ibuku, dia adalah ibuku dan nenek dari pihak ibu Putera Mahkota Yun.

Cha Cheon Soo : Sebelum itu dia adalah penjahat dan kriminal.

Jang Hee Bin terkejut dan membentak Cha Cheon Soo : Kurang ajar, bagaimana kau menyebut ibuku kriminal, beraninya kau mengatakan itu. Cepat lepaskan ibuku!

Jang Hee Bin maju dan mencoba melepaskan tali yang mengikat ibunya, Cha Cheon soo tidak terpengaruh dan minta anak buahnya mengawal Jang Hee Bin pergi, dan anak buah Cha Cheon Soo menahan Hee Bin. Jang Hee Bin berteriak memanggil ibunya sementara Cha Cheon Soo terus membawa Ny. Yoon ke Uigyeombu.

Pasukan melepaskan Jang Hee Bin setelah Cha Cheon soo berlalu. Jang Hee Bin terjatuh ke tanah dan ia terlihat pucat pasi, anak buahnya langsung menolongnya.

Jeong Sang Gung dan Jung Im menemui Dong Yi yang jelas terkejut ketika mengetahui kalau pelaku pembakaran kediaman-nya waktu itu adalah Ny. Yoon.

Seo Yong Gi melapor pada Sukjong kalau pelaku pembakaran kediaman Dong Yi adalah Ny. Yoon. Polisi sudah mendapatkan buktinya. Yang tersisa hanya pengakuan. Sukjong terkejut dan berkata orang yang ingin mencelakai Sukbin dan P. Yeoning adalah nenek pihak ibu Putera Mahkota? Apa Putera Mahkota Yun tahu masalah ini?

Putera Mahkota Yun menangis di kediaman-nya, ia sedih sekali karena neneknya sudah terbukti bersalah. Sukjong masuk dan melihat anaknya menangis. Sukjong mendekat dan memeluk PM Yun.

PM Yun berkata semua ini dilakukan demi saya, ibu dan juga nenek sudah melakukan kejahatan berat semuanya demi saya..

Sukjong menghibur PM Yun, ini bukan kesalahanmu.

PM Yun : Bagaimana kejahatan ini bisa diselesaikan, bagaimana bisa melepaskan diri dari kejahatan seperti ini. Sukjong memeluk anaknya dan menenangkan Yun.

Dong Yi berdiri diluar kediaman PM Yun, lalu ia melihat ke langit.

Jang Hee Jae berusaha mendapatkan dukungan menteri Chua Sang dan berkata semua ini taktik Bo Gyeong Dang untuk menggeser Putera Mahkota Yun dan Jang Hee Bin.

Chua Sang hanya menghela nafas. Jang Hee Jae berkata jika seperti ini terus, maka Hee Bin tidak akan tenang. Dia minta partai Namin memberikan dukungan penuh pada Jang Hee Bin.

Chua Sang berkata kalau partai Soron sudah menarik dukungan politik mereka, dan partai Namin dengan jumlah yang ada sekarang tidak akan bisa melakukan protes.

Jang Hee Jae kesal, jadi kalian ingin menghianati kami? Lalu seorang pejabat berkata bagaimana bisa dikatakan menghianati? semua masalah ini dilakukan oleh Ny. Yoon dan Jang Hee Bin sendiri.

Jang Hee Jae marah dan menyerang pejabat itu, beraninya kau! bicara tidak hormat pada ibu dan adik-ku. Siapa yang kau pegang sehingga bisa bicara dengan berani seperti itu, lalu Jang Hee Jae menghunus pedangnya dan mengarahkan ke leher pejabat muda itu.

Jang Hee Jae minta mereka memilih, apa malam ini kalian ingin mati dengan pedangku atau memberikan dukungan untuk Jang Hee Bin.

Menteri Chua Sang berkata Jang Hee Jae sudah gila. Jang Hee Jae mengancam, jika kalian tidak ingin menghadapi Jang Hee Jae yang gila maka lebih baik kalian berpikir bagaimana menyelamatkan Jang Hee Bin secara politis. Anak buahnya mencoba menenangkan Jang Hee Jae.

Jang Hee Bin memutuskan keluar dari istana. Jo Sang Gung meminta Jang Hee Bin jangan pergi, kalau ketahuan akan lebih celaka. Tidak ada pilihan kata Jang Hee Bin. Aku harus meyakinkan partai Soron agar mereka mengubah keputusan mereka. Tanpa dukungan politis mereka, maka akan sangat sulit bagiku untuk keluar dari masalah.

Jang Hee Bin menemui Im Sang Hyeon dan partai Soron. Im Sang Hyeon terperanjat, Hee Bin sendiri datang dan anggota partainya bingung, apa yang akan dilakukan pada Hee Bin. Im Sang Hyeon merenung sejenak.

Jang Hee Bin dibiarkan menunggu di luar. Yeong Sun kesal, partai Soron sungguh kurang ajar membuat Jang Hee Bin menunggu diluar seperti ini. Jang Hee Bin berkata tidak ada waktu untuk sopan-santun, kita datang untuk mencari dukungan, bahkan jika mereka meminta jantungnya sebagai jaminan, Hee Bin bersedia memberikan.

Pelayan Im Sang Hyeon keluar. Jo Sang Gung heran, kenapa kau sendirian, mana Im Sang Hyeon? Pelayan itu berkata ia minta maaf tapi Im Sang Hyeon sudah tidur.

Jang Hee Bin terperanjat dan ia berkata aku datang untuk urusan mendesak, aku harus bertemu Im Sang Hyeon segera. Katakan padanya lagi.

Pelayan itu akhirnya berkata kalau Im Sang Hyeon sudah memerintahnya kalau ini sudah malam dan sudah berakhir dan dia tidak ingin membicarakan masalah ini lebih lanjut.

Jang Hee Bin meninggalkan kediaman Im Sang Hyeon dan berkata beraninya Im Sang Hyeon memperlakukanku seperti ini, beraninya partai Soron meninggalkanku dan membiarkanku seperti ini.

Do Seong Ji membawa perintah Sukjong ke biro penyelidik internal. Jeong Sang Gung berkata pada Yoo Sang Gung kalau Baginda sudah mengeluarkan perintah untuk memberikan ijin Uigyeombu untuk menghukum Ny. Yoon. Jeong Sang Gung berkata mereka harus memeriksa yang lainnya di istana yang terlibat dengan Ny. Yoon. Jung Im berkata yang pertama adalah penghuni Chwi seon Dang.

Yoo Sang Gung tiba di Chwi Seon Dang dan minta semua gungnyeo ditahan dan dibawa ke biro penyelidik internal. Mereka dibawa pergi dan berteriak2.

Cha Cheon Soo minta anak buahnya mengeluarkan narapidana dari sel tahanan. Ny. Yoon diseret keluar dan ia teriak memaki-maki.

Jang Hee Bin duduk terpuruk dan memandang kosong. Jang Hee Jae mencoba menghibur adiknya. Hee Bin harus bertahan. Buat apa? kata Hee Bin, masa depan Putera Mahkota sudah hancur, kita harus mengorbankan ibu kita yang sekarang sudah ditangkap dan ada di penjara. Apa lagi yang tersisa bagi kita untuk bertahan di dunia ini.

Jang Hee Jae minta Hee Bin bertahan untuk membayar kembali pada mereka yang membuat kita seperti ini dan apa yang terjadi hari ini dan semua penderitaan kita, anda harus bertahan untuk membalas mereka.

Jang Hee Bin : penderitaan? iya benar..
Jang Hee Bin memutuskan ia tidak ingin sendirian menderita. Jika aku mengalami ini maka Choi Dong Yi juga harus menderita hal yang sama. Jika Putera mahkota Yun diturunkan maka anak Dong yi akan juga diturunkan dan menderita takdir yang sama.

Jang Hee Jae meninggalkan Chwi Seon Dang dan minta anak buahnya pergi dan ia bergegas.

Dong Yi keluar dari Bo Gyeong Dang dan tanya Bong Sang gung, apa penyelidikan-nya sudah dilakukan. Bong Sang Gung membenarkan. Cha Cheon soo datang untuk memperketat penjagaan di Bo Gyeong Dang. Dong Yi memanggil kakaknya.

Cha Cheon Soo : Yang Mulia!
Dong Yi : Apa ini, mengapa ada pasukan di Bo Gyeong Dang?

Dong Yi mendapat penjelasan dari Cha Cheon Soo kalau P. Yeoning mungkin terancam keselamatan-nya.
Cha Cheon soo : Chwi seon Dang sekarang berada di titik di mana mereka tidak bisa kembali lagi, maka tidak bisa menjamin kalau mereka tidak akan melakukan sesuatu yang drastis.

Dong Yi terperanjat dengan perhitungan Cha Cheon Soo.

Sementara itu Jang Hee Bin merenung dan berkata kalau ia tidak akan membiarkan ibunya mati dengan penderitaan dalam hatinya, aku akan membuat ibu melihat kematian Dong Yi dan P. Yeoning di depan mata ibu sebagai persembahan untuk ibu.

Anak buah Jang Hee Jae mengambil minyak dari gudang lampion istana dan berkata kalau lampion minyak adalah yang paling lama nyalanya. Mereka bergegas. Han Jang Bu dan Hwang Jung Gu mengamati mereka. Anak buah Jang Hee Jae bersiap untuk sesuatu.

Jang Hee Jae minta mereka mengikutinya. Hwang Jung Gu berkata mereka aneh sekali malam ini.

Seo Yong Gi mendapat laporan mengenai keanehan itu dari keduanya, kalau anak buah Jang Hee Jae mondar mandir di gudang lampion, sungguh mencurigakan. Seo Yong Gi bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Jang Hee Jae kali ini.

Cha Cheon soo berkata pasti ada hubungan-nya dengan Dong yi dan P. Yeoning, dia akan mencelakai mereka. Cha Cheon soo berkata dia akan ke Bo Gyeong Dang untuk memeriksa.

Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo tiba di Bo Gyeong Dang dan melihat bayangan orang, Cha Cheon Soo mengarahkan pedangnya dan ternyata dia seorang kasim. Kasim itu kesini karena tugas malam, ada apa? Dong yi keluar, Orrabuni..Yeong Gam? Dong Yi heran melihat keduanya ada di sini malam-malam.

Dong Yi mendapat laporan mengenai kegiatan Jang Hee Jae. Dong Yi merasa Jang Hee Jae ingin mencelakai P. Yeoning. Tapi Baginda ada di istana, apa ia berani melakukan tindakan ceroboh itu?

Seo Yong Gi merasa mereka sudah terdesak, jadi mereka pasti melakukan perlawanan. Cha Cheon Soo mengusulkan agar Dong yi pindah ke tempat lain yang lebih aman. Seo Yong Gi juga memohon. Saya mohon, lakukan Yang Mulia.

Dong Yi menghela nafas dan memanggil Ae Jung, Ae jung-ah..Geum Yi, bawa Geum Yi kesini segera. Ae Jung mengerti dan pergi menjemput P. Yeoning.

Dong Yi menggandeng P.Yeoning yang heran, kita mau kemana Ibu, mengapa mendadak? Dong Yi berkata mereka harus pindah ke kediaman lain untuk sementara.

Yeoning bingung, mengapa Ibu? apa ada krisis di istana?

Dong Yi : Geum ah, dengarkan dan patuhi apa yang ibu katakan, hari ini kau tidak boleh beranjak sedikitpun dari sisi ibu, apa kau mengerti?
Yeoning : Apa? ya ibu.
Dong Yi : Apapun yang terjadi, kau harus tetap di sisi Ibu, kau mengerti?
Yeoning : Saya mengerti, Ibu.
Dong Yi : Ayo!

Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo mengawal Dong Yi, P. Yeoning dan rombongan lalu ada teriakan kalau istana kebakaran. Dong Yi dll bisa melihat apinya dan mereka terperanjat.

Dong yi berkata kalau kebakaran itu dari arah istana Putera Mahkota. P. Yeoning kaget dan ia mencemaskan keselamatan kakaknya.

Kediaman Putera Mahkota. Dayang Yoon keluar lalu tanya dimana Putera Mahkota Yun. Kasim berkata kalau mereka masih tidak mengetahuinya. Dayang Yoon bingung, apa berarti PM Yun belum keluar dari istana-nya? Mereka panik dan mulai mencari PM Yun.

Sukjong mendapat laporan kalau istana PM Yun terbakar. Kasim Han membenarkan dan Sukjong tanya dimana Yun. Kasim Han minta maaf, mereka belum menemukan PM Yun dan sekarang sedang mengerahkan pasukan istana untuk mencarinya. Sukjong shock.

Jang Hee Bin menunggu di kediaman-nya. Shim Yun Taek sampai di Bo Gyeong Dang, Dong Yi tanya mengenai kebakaran. Shim Yun Taek berkata apinya terlalu besar, meskipun brigade api istana/pemadam kebakaran istana sudah dikerahkan dan mulai memadamkan api tapi sepertinya sulit sekali.

P. Yeoning tanya mengenai kakaknya. Apa PM Yun sudah pindah ke lokasi yang aman? Shim Yun Taek bingung dan Dong Yi tanya apa PM Yun tidak bisa lari dari api? Shim Yun Taek berkata pengawal istana sudah dikerahkan tapi tidak menemukan PM Yun.

P. Yeoning sangat cemas dan Dong Yi mencoba menenangkan Yeoning. Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. Cha Cheon soo tiba di istana Putera Mahkota dan mendapat laporan kalau PM Yun masih dicari.

Lalu bel Cheob Jung dinyalakan. Cha Cheon soo berkata itu bel Cheob Jung, Hwang Jung Gu berkata tenaga di istana kurang jadi perlu bantuan rakyat. (di jaman Joseon, bel ini dibunyikan beberapa kali sehari, tapi di masa kini, bel ini hanya dibunyikan di malam tahun baru, dimana banyak rakyat Korea yang berkumpul untuk menghadiri upacara)

Rakyat berkumpul di gerbang istana untuk membantu memadamkan api. Seo Yong Gi memerintah rakyat untuk membantu memadamkan api. Jang Hee Jae dan anak buahnya mengamati dan minta mereka mulai bergerak.

Jang Hee Jae mengingat, ia memberi tahu rencananya pada Hee Bin. Kalau Bo Gyeong Dang pasti akan memperketat penjagaan, masuk ke Bo Gyeong Dang pasti sulit. Tapi kita harus mempertaruhkan nyawa kita. Hee Bin mengusulkan untuk menggunakan api. Jika istana terbakar dan apinya terlalu besar untuk dikendalikan oleh pemadam kebakaran istana, maka bel Cheob Jung akan dibunyikan agar rakyat bisa masuk untuk membantu.

Saat itu, gerbang akan dibuka jika itu terjadi maka kita akan bisa menyamar dan membunuh Dong Yi dan P. Yeoning dengan pura-pura sebagai perampok yang menyusup di antara rakyat.

Saat rakyat sibuk membantu, pembunuh itu menyelinap dengan kereta untuk kamuflase.

P. Yeoning mencemaskan kakaknya dan Dong yi minta Cha Cheon Soo pergi mencari PM Yun. Cha Cheon soo ragu meninggalkan Dong yi dan P. Yeoning tanpa penjagaan. Yeoning memohon pada Cha Cheon Soo agar menemukan PM Yun. Cha Cheon Soo mengerti dan ia bergegas ke istana Putera Mahkota, ia minta P. Yeoning tidak khawatir, PM Yun pasti baik-baik saja. Cha Cheon soo meninggalkan beberapa penjaga dan minta yang lain mengikutinya.

Dong Yi terlihat cemas. Sukjong dengan panik pergi ke istana PM Yun dan melihat kobaran api yang begitu besar.

Sukjong teriak memanggil anaknya, PM Yun..PM Yun!

Kasim Han mencegah Sukjong untuk masuk ke kediaman PM Yun yang sudah terbakar. Tidak Yang Mulia..anda tidak boleh..masuk ke dalam. Sukjong tidak peduli dan ia masuk ke istana PM Yun dengan semua rombongan-nya.

Pembunuh itu mulai menyelinap dan mereka bahkan berpapasan dengan Cha Cheon Soo. Cha Cheon soo melihat sepatu mereka dan ia tertegun, ia berhenti sejenak. Anak buahnya tanya ada apa Tuan? Cha Cheon Soo berkata orang2 itu mengenakan sepatu Mo Ma hae (sepatu yang dilapisi bulu, sehingga tidak akan meninggalkan jejak di tanah dan tidak bersuara kalau mereka jalan, sepatu yang biasa dipakai perampok atau pencuri)

Cha Cheon soo menoleh lagi dan mereka sudah menghilang.

Yeoning masih memikirkan kakaknya. Ae Jung datang dan mendekati Yeoning, tapi Yeoning minta Ae Jung ke istana PM Yun untuk mencari berita tentang kakaknya. Ae Jung tidak mau tapi Yeoning mendesak-nya. Setelah tahu PM Yun selamat kita akan pindah, bisa kan? Akhirnya Ae Jung pergi.

Dong Yi ingin mengambil P. Yeoning dari kamarnya dan minta penjaga tetap ditempat, Dong Yi dan rombongan pergi.

Pembunuh itu berhasil membunuh dayang P. Yeoning dan Yeoning menoleh, apa itu kau Ae Jung ? Tapi ternyata pembunuh, yang mengarahkan pedang ke arah Yeoning, Yeoning kaget. Siapa kalian?

P. Yeoning langsung lari dan pembunuh itu mengejar. Sementara itu Dong Yi mendekati Yeoning dan memanggil anaknya.

Dong Yi memanggil-manggil tapi tidak ada jawaban, baik dari Yeoning maupun Ae Jung. Dong Yi bingung, Bong Sang Gung berkata apa mungkin mereka sudah pindah ke kediaman lain?

Dong Yi dan Bong Sang Gung memeriksa untuk mencari Yeoning, dan ia shock ketika melihat mayat seorang dayang. Dong Yi ketakutan, ia memanggil Yeoning berkali-kali. Dong yi mendengar suara Yeoning memanggilnya di kejauhan, Eomeoni!!! Yeoning! Dong Yi lari secepat mungkin ke arah suara anaknya.

Pangeran Yeoning sudah terdesak dan tidak bisa lari lagi, ia berbalik melihat pembunuh yang mengarahkan pedang kepadanya, lalu salah seorang mengangkat pedang dan akan menebas P. Yeoning.

Yeoning ketakutan, ia hanya bisa menutup matanya dan teriak, IBU!!!

Dong Yi datang tepat saat pembunuh itu mengayunkan pedangnya dan tanpa banyak berpikir langsung melindungi anaknya dan menerima tebasan pedang pembunuh itu...


source : 

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...